Bagaimana Cara Membimbing Anak Dalam Menggambar?



Tanya : Bagaimana cara membimbing anak dalam menggambar?


Jawab :

Kegiatan menggambar dan mewarnai melatih fungsi penting pengembangan fisik, emosional, sosial, dan kognitif (IQ) anak. Pengembangan akan maksimal ketika anak dibimbing dengan cara yang menyenangkan. Berikut ini beberapa panduan yang dapat diterapkan dalam membimbing anak meggambar :


  1. Sediakan bahan-bahan untuk si anak menggambar, seperti kertas, buku gambar khusus, atau buku mewarnai. Untuk alat-alat pewarnaan, carilah yang tidak mengandung racun atau membahayakan dan aman bagi anak.
  2. Walaupun mungkin kita tidak mahir menggambar, tunjukkan pada si anak bahwa kita menyenangi dan menyukai kegiatan menggambar dan mewarnai. Hal tersebut akan merangsanya untuk bersemangat dan menikmati dalam menjalani proses.
  3. Berilah dukungan dalam usahanya menggambar dan mewarnai. Dukungan dapat berupa ungkapan brtapa cantiknya warna-warna yang dapat ia gunakan., garis gambat yang ia buat, dan bentuk yang dicoba dibuat olehnya., semisal, “cantik, ya, warna ungu bunganya Adik,” atau, “wah, bagus ya, warna biru pesawatnya Adik,” Berikan kesempatan untuk si anak memlih subjek yang ia gambar dan lembar mewarnai yang iya inginkan. Beberapa orang menganggap bahwa lembar mewarnai akan mengungkung kreativitas anak, Namun, kegiatan ini juga memainkan peran vital dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak. Bahkan, kegiatan mewarnai dapat mendorong anak merasa sungkan untuk mulai menggambar dan mewarnai untuk mau mengambil krayon dan mulai mencoba mewarnai karakter kesukaannya, semisal tokoh artun kesayangannya.
  4. Buatlah ia bangga dengan hasil karyanya, Daripada mengatakan, “Apa yang kamu gambar?” sebaiknya kita mengatakan, “ceritakan ke Ayah (/ibu) yang ada digambar itu dong.” Mengapa demikian? sebab ketika anakbertanya seperti pertanyaanya yang pertama, anak akan menangkap sebagai pertanyaan, “Itu gambar apa sih? Ayah(/ibu) enggak ngerti.”  Pertanyaan ibu membuat anak merasa telah melakukan kesalahan dan tidak tertutup kemungkinan, iya akan malu untuk menggambar lagi  karena ia merasa telah gagal. Sementara pertanyaan bahwa ayah atau ibunya ingin mendengarkan ia menceritakan tentang gambarnya, anak akan menangkapnya sebagai ketertarikan orang tua terhadap gambar ereka, sehingga pada waktu-waktu selanjutnya mereka akan memiliki kepercayaan diri dan bersemangat untuk menggambar.
  5. Sedikit demi sedikit, kita dapat mengajarkan konsep tentang teknik menggambar, seperti tebal, tipis, lebar, sempit, gelap, terang, sudut, bentuk, kontur, dan sebagainya.
  6. Pajanglah dan tempelkan hasil gambar atau mewarnainya dipintu lemari pendingin atau dibingkai dan dpajang di ruang yang bisa dilihat banyak orang sebagai penghargaan atas usahanya.. Tunjukkan pada sanak saudara, tetangga, atau siapapun yang datang, sesekali pujilah karyanya tersebut. Hal ini akan mendorong kepercayaan diri anak.
  7. Selalu menemani anak kita saat mereka menggambar dan mewarnai karena anak yang masih terlalu kecil bisa tersedak jika ia mencoba memakan krayon atau alat mewarnai lainnya.
  8. Terakhir, apabila anak menggambar sesuatu yang abstrak kita bisa mencoba mencari celah dan membuat sesuatu yang menarik dari apa yang digambar si anak. Misalnya, ketika ia menggambar huruf H, dan ia tidak tahu harus diapakan huruf H-nya itu, maka kita dapat menambahkan guratan dan garis sana-sini hingga menjadi gambar gedung atau jempatan atau apapun. Katakan kepada mereka dengan lembut, “Ayah (/ibu) bantu sedikit ya..” Kegiatan menggambar dan mewarnai yang menyenangkan akan mendorong daya imajinasinya untuk berfikir keluar dari kotak sehingga membawanya berfikir dan berbua secara kreatif di masa depan.
 
Kecerdasan Optimal Karya Indagiri A.